Belajar dari kegagalan pendakian tiga bulan
sebelumnya dan rasa penasaran yang kami pendam untuk menikmati puncak Gunung
Semeru saya dan teman teman merasa sudah siap untuk kembali ke Gunung tersebut,
dengan perbekalan dan perlengkapan serta pengenalan medan yang sudah cukup
akhirnya pada tanggal 4 Juli 1998 kami bertolak dari Paiton. Pada hari itu
pukul 19.00 WIB hari Sabtu sengaja kami berangkat malam hari agar tiba di
Ranupane pada pagi hari jadi kami memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan
pendakian sebab senin pagi tanggal 7 Juli kami sudah harus kembali melakukan
aktivitas di tempat kerja.
Pada pendakian kali ini kami kedatangan
Dua orang teman Istimewa yang sengaja datang dari Jakarta yaitu adiknya Dul dan Cimol meraka
adalah teman satu base camp dengan pai dan dul di daerah bintaro yang sudah
memiliki jam terbang yang cukup di bawah bendera WANACALA jadilah kami enam
orang, Route kami kali ini adalah Lumajang-Senduro-Ranupane. Sabtu
5 Juli 1998 pukul 5.30 udara masih dingin menusuk tulang, tetapi kami tetap semangat
dan tiba di Lumajang maka kami berganti tranportasi yaitu Taksi istilah
warga setempat untuk angkutan desa L300 menuju Ranupane dalam perjalanan menuju
ke Ranupane kami melewati Hutan Produksi juga Hutan Alami dengan lihainya sopir
taksi itu meliuk liuk melewati jalan yang tak terlalu besar dan tentu saja
dengan kondisi jalan yang cukup memprihatinkan membuat kami deg degkan fiiiuh
pagi hari itu jalan masih tertutup kabut pula, Ranupane merupakan pos pertama
dan pos perijinan bagi semua pendaki yang akan melakukan pendakian ke gunung
Semeru.
Tiba di resort Ranupane Ranupane pukul 08.00
WIB. Kami segera mengurus surat ijin pendakian atau biasa disebut dengan
SIMAKSI (Surat Ijin Melaksanakan Kegitan), setelah semua selesai kami melakukan
recheck perlengkapan dan perbekalan dirasa semua cukup kamipun melanjutkan
perjalanan menuju Ranu Kumbolo Selama perjalanan dari resort Ranupane kami
disuguhkan pemandangan Landengan Dowo (hutan dominan pohon akasia) dan
Watu Rejeng yaitu berupa tebing-tebing yang indah. Pos pertama dari Ranupane
sudah kami lewati dan akhirnya kami sampai di Pos ke -dua sebelum Ranu Kumbolo
pada pukul 11.30 WIB. Kami beristirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan
kembali.
![]() |
| rehat sejenak sebelum melintasi Watu Rejang |
![]() |
| Ranu Kumbolo |
Setelah melewati Watu Rejeng kami
terus berjalan dan akhirnya sampai pada pos ke-tiga, Dari sini pemandangan Ranu
Kumbolo nampak indah, yaitu berupa Danau Vulkanis yang sangat eksotis
dengan beberapa Shelter yang semuanya tampak kelihatan dari pos ke-tiga.
Disuguhkan dengan pemandangan indah.
saya lebih bersemangat berjalan
untuk menuju pos peristirahatan di Ranu Kumbolo. Setelah mengambil
beberapa foto dengan latar Ranu Kumbolo, maka kami melanjutkan
perjalanan dan sampai pada pos peristirahatan yang kami maksud pada pukul 13.15
WIB. pos peristirahatan ini memang disediakan pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo
Tengger Semeru) yang memang ada beberapa Rumah Peristirahatan. yang sangat
ramai oleh pendaki lain. Kami segera membongkar logistik kami dari carier ataupun
daypack dan segera membuat makan siang dan minuman hangat. Saya
menyempatkan diri untuk beribadah sholat Dzuhur.
![]() |
| makan siang di tepi Danau |
Setelah dirasa cukup untuk
beristirahat, dan mengisi tenaga. Maka kami bergegas melanjutkan perjalanan
menuju Arcopodo. Tepat pada pukul 15.30 WIB, kami berjalan meninggalkan
peristirahatan Ranu Kumbolo, yang tadi kami singgahi. Perjalanan kami harus
dimulai dengan menaiki bukit yang mempunyai kemiringan kurang lebih 60°. Bukit
ini biasa disebut dengan “Tanjakan Cinta”, begitu para mendaki menyebut bukit
ini, dan kemudian terus berjalan menuruni bukit dan sampailah kami pada
Oro-oro Ombo, sebuah padang savana yang cukup luas dengan ketinggian kurang
lebih 2460 mdpl. Setelah kami melalui Oro-oro Ombo sampailah kami pada Cemoro
Kandang dengan ketinggian kurang lebih 2500 mdpl. Perjalanan yang cukup berat
menurut saya, karena trek menanjak selama perjalanan menuju Kalimati.
Selama perjalanan ini sempat terlintas dalam benak kami bahwa perhentian perjalanan sampai Kalimati saja dikarenakan kondisi fisik sudah cukup lelah, dan waktu sudah sangat sore, sekitar jam empat sore. Akhirnya sampailah kami pada Jambangan 2700 mdpl, dengan areal pohon mantigi yang dikelilingi padang rumput, juga banyak terdapat tumbuhan Edelweis atau yang biasa disebut dengan bunga keabadian. Setelah berjalan beberapa menit dari daerah Jambangan akhirnya sampai juga di Base Camp Kalimati namun setelah menimbang nimbang akhirnya kami melanjutkan kembali menuju daerah vegestasi yaitu daerah perbatasan antara hutan dan puncak gunung, karena kami berencana ngecamp di sana sehingga esok pagi tidak terlalu jauh melakukan perjalanan ke Puncak.
Selama perjalanan ini sempat terlintas dalam benak kami bahwa perhentian perjalanan sampai Kalimati saja dikarenakan kondisi fisik sudah cukup lelah, dan waktu sudah sangat sore, sekitar jam empat sore. Akhirnya sampailah kami pada Jambangan 2700 mdpl, dengan areal pohon mantigi yang dikelilingi padang rumput, juga banyak terdapat tumbuhan Edelweis atau yang biasa disebut dengan bunga keabadian. Setelah berjalan beberapa menit dari daerah Jambangan akhirnya sampai juga di Base Camp Kalimati namun setelah menimbang nimbang akhirnya kami melanjutkan kembali menuju daerah vegestasi yaitu daerah perbatasan antara hutan dan puncak gunung, karena kami berencana ngecamp di sana sehingga esok pagi tidak terlalu jauh melakukan perjalanan ke Puncak.
Tiba di Lokasi yang sudah kami tentukan
Alhamdulillah tempat itu kosong sehingga kami langsung membangun tenda, dan
juga yang memasak. Kondisi udara sangat dingin sekali, sampai-sampai
embun yang turun menerpa tenda kami seperti hujan. setelah makanan dan minuman
matang, dan kami mulai makan dan minum di dalam tenda karena kondisi udara di
luar tenda yang sangat dingin sekali. Makanan sudah habis, kami bercanda-gurau
di dalam tenda, sambil melepas rasa lelah setelah berjalan seharian penuh dan
juga tidak lupa rokok kami sulut masing-masing. Setelah rokok satu batang
habis, saya dan kawan-kawan pun beristirahat zzzzzzzzz,
![]() |
| @ punggung semeru |
![]() |
| Mahameru 3676 dpl |
6 Juli 1998 kami berdiri disini tidak untuk menaklukan ciptaanMu tapi kami ingin menikmati dan merenungkan akan kebesaranMu ...






No comments:
Post a Comment